Seggaf’s Blog


WordPress 2.0
Januari 16, 2006, 10:28 am
Filed under: My Work, Web and Design

Football Manager 2006Posting pertama menggunakan WordPress 2.0, banyak perubahan di versi ini, terutama di control admin-nya, yang jelas sekarang bisa ngupload gambar langsung dari postingan, yihaaa ….

Lagi ngegarap situs Indonesian Football Manager Community. Semoga cepat selesai 😀

Iklan


Jejak Langkah Para Jawara (Reality Show)
Januari 12, 2006, 12:23 pm
Filed under: Entertainment

Lagi nonton TV, pas iklan muncul promo Indonesian Idol 3, gak terasa Indonesian Idol udah masuk season 3, sedangkan American Idol 5 juga udah siap-siap mo mulai lagi (StarWorld, mulai tanggal 18 ini). Berkaca dari ini, gw jadi penasaran dengan nasib para jawara ajang reality show yang mulai nge-trend beberapa tahun ini.

Veri, juara Akademi Fantasi Indosiar I. hmmm, kemana ya ni orang? padahal dulu ngetop banget ni anak, harian Jawa Pos pernah memuat feature bersambung selama beberapa hari untuk profil juara AFI 1 dari Sumatera Utara ini. Terakhir, gw ngeliat Veri di acara ulang tahun Indosiar dengan rambut yang di bleach blonde, salah satu gaya rambut terburuk awal tahun ini menurut gw 😀
Tia, juara Akademi Fantasi Indosiar II. She’s one of the promising talent yang tersia-siakan oleh Indosiar. Sempat ingin ditarik Maia untuk menggantikan posisi Pinkan di Ratu, sayangnya terbentur oleh kontraknya di Indosiar yang sampe 3 taon. Terakhir ngelihat dia ngisi acara ulang tahun Indosiar juga, 1 Jam bersama Tia. Masih bagus seperti dulu, sayang … sayang …
Joy Tobing, juara Indonesian Idol 1. Kayaknya sekarang sich dia lagi mancing ikan di laut. nggak ding, katanya sich sekarang dia lagi rekaman di Singapura, gak ada kabar sampai sekarang …
Delon, runner up Indonesian Idol 1. Dia bukan jawara, tapi yang paling sukses dari seluruh jawara reality show yang ada. Meskipun suaranya standard, tapi dia punya karakter dan kharisma seorang bintang. Selain bernyanyi, dia juga sempat membintangi 1 judul film, Vina Bilang Cinta. Nasibnya memang paling bagus.
Sutha, juara Akademi Fantasi Indosiar III. Kasian, korban keserakahan Indosiar. Untuk AFI, gw bilang Indosiar terlalu kemaruk, baru saja AFI II sukses diadakan, langsung diadakan AFI III dalam jarak yang sangat berdekatan. Huh, sesuatu yang bagus pun kalau dijejali terlalu sering, orang bakalan eneg. Dari seluruh jawara reality show, Sutha adalah juara yang paling tidak ngetop. poor him. terakhir ngeliat Sutha (juga) di ajang Ultah Indosiar dengan rambutnya yang (OMG!) kribo.
Mike, juara indonesian Idol 2. Mike sebenarnya punya potensi yang cukup bagus. Sayangnya, orangnya terlalu kalem. Beda dengan Delon yang kontroversial. So, watch Out, Mike! Salah-salah elu dengan cepat bisa dilupain orang, seperti Ruben Stoddard (kemana ya ni orang?)
Ade Alfonso, juara AFI 2005. Sorry, de … gw gak yakin elo bakalan bisa nembus bilantika permusikan Indonesia. Suaranya memang bagus, sayangnya terlalu standard, gak ada karakter yang bisa di ingat oleh semua orang.
Kotak, juara Dream Band TV7. Kalau yang ini tergantung nasib aja kali ya. Jalannya udah bener, tergantung lagunya aja lagi. Kalau lagunya bagus, gw yakin bakalan sukses.

Conclusion : Secara Individu, para juara Indonesian Idol lebih berhasil dibandingkan dengan para juara AFI. Hal ini disebabkan oleh ketidakberanian manajemen Indosiar untuk mengeluarkan album solo bagi para juaranya, selalu album keroyokan. Padahal di AFI terdapat beberapa bakat yang kalau diasah bakalan bisa menjadi penyanyi sukses (ex. Micky, Tia dll). Sang jawaranya pun tidak mendapat perlakuan istimewa dari Indosiar, contohnya juara AFI 2005, Ade. Meskipun dia juaranya, single pertama yang dikeluarkan di album AFI 2005 malah single miliknya Bojes dan Tiwi. Untuk Indonesian Idol, mereka melakukan blunder besar di penyelenggaraannya yang kedua. Blunder apa? tidak adanya karakter yang menonjol dari para finalisnya. Gw sampe-sampe nggak bisa ngebedain kalau para finalis Indonesian Idol 2 lagi nyanyi (kecuali Mike, Judika dan Firman), suaranya sama semua. Tipe-tipe suara pemenang lomba nyanyi (u know what I mean). Sorry, guys … tanpa karakter, u are nothing. Suara-suara seperti Wisnu cs itu dengan cepat bisa dilupain dalam sekejap.
Untuk Indonesian Idol 3, mau sukses? carilah para finalis yang berkarakter, suara seperti vokalis Edane (meskipun nggak bagus) masih lebih ok daripada suara Harry di II2. Untuk Indosiar, tinggalkan budaya nyanyi keroyokan, itu kalau Indosiar masih ingin bertahan dengan AFI-nya.
Hey, bagaimana dengan jawara reality show yang lain? Penghuni Terakhir, misalnya? sorry guys, waktu gw gak cukup buat menontonnya …