Seggaf’s Blog


Rest in Peace, Joker….
Januari 23, 2008, 1:03 am
Filed under: Entertainment | Tag: , , , ,

Kaget banget baca berita ini, Heath Ledger Meninggal …
Katanya sich karena overdosis, sayang banget. Padahal karirinya termasuk cerah, film Batman, The Dark Knight merupakan salah satu film terakhirnya, disitu dia berperan sebagai musuh abadi Batman, Joker.
kalau filmnya yang notable sich banyak antara lain : Brokeback Mountain (yeah, koboi gay) ama satu lagi film yang termasuk favorit gw, A Knight Tale.
Good Bye, Joker …
sumber : http://www.cnn.com/2008/SHOWBIZ/Movies/01/22/heath.ledger.dead/index.html
Iklan


Harry Potter 7: Epilog (Spoiler Alerts!)
Juli 23, 2007, 7:00 am
Filed under: Entertainment

Musim semi seperti tiba-tiba datangnya tahun ini. Pagi di awal bulan September,sebuah keluarga kecil tampak berjalan di tengah jalan yang sibuk menuju stasiun, asap knalpot membumbung dan nafas-nafas pejalan kaki nampak keluar seperti asap di tengah udara dingin. Dua tas besar terikat diatas troli yang didorong oleh sang orangtua, Burung hantu tampak beruhu-uhu riang, dan seorang anak perempuan mengikuti dengan ketakutan dibelakang saudara lelakinya, memegang erat tangan ayahnya.

“Tidak akan lama, dan kau akan berada di sana juga,” Harry berkata kepada anak perempuan itu.
“Dua Tahun,” rengek Lily, “Aku ingin ke sana sekarang!”

Para penumpang melihat dengan rasa ingin tahu kepada burung hantu mereka ketika keluarga tersebut melangkah ke antara platform sembilan dan sepuluh. Suara Albus tampak bergema sepanjang perjalanan menuju platform tersebut, mengulang-unlang perkataannya semenjak masih di mobil.

“Tidak mau! Aku tidak mau berada di asrama Slythern!”

“James, sudahlah!” Kata Ginny

“Aku kan hanya bilang mungkin saja,” kata James, melirik adik lelakinya,
“Tidak ada yang salah dengan itu. Dia mungkin saja ada di asrama Slytherin”

Tapi James melihat mata ibunya dan langsung diam. Lima orang Potter
menghampiri penghalang. Dengan pandangan yang menggoda kepada adik lelakinya, James mengambil trolinya dari sang ibu dan langsung berlari. Sesaat kemudian, dia menghilang.

“Ibu akan menulis surat kepadaku, kan?” Albus bertanya kepada sang ibu setelah James menghilang.

“Setiap hari, kalau kau mau,” Kata Ginny

“Tidak setiap hari,” Kata Albus secepatnya, “James berkata biasanya
murid-murid hanya mendapatkan surat dari rumahnya sekali sebulan,”

“Ibu menulis surat kepada James tiga kali seminggu tahun lalu,” kata Ginny

“Dan jangan percayai semua yang dikatakannya kepadamu mengenai
Hogwarts,” Tambah Harry, ”Dia suka bercanda.”

Berdampingan, mereka mendorong troli kedua kedepan, ketika mereka hampir mencapai penghalang, Albus memejamkan mata, tapi alih-alih tertabrak, mereka ternyata sudah berada di platform sembilan tiga perempat, yang diselimuti oleh asap putih tebal yang berasal dari
Hogwarts Express.

“Kemana mereka?” tanya Albus dengan rasa ingin tahu, melihat ke kerumunan orang-orang yang sedang berjalan di platform.

“Kita akan menemukannya,” jamin Ginny.

Tetapi asapnya begitu tebal, sehingga menyulitkan untuk melihat wajah
orang-orang. Detached from their owners, voices sounded unnaturally loud, Harry thought he head Percy discoursing loudly on broomstick
regulations, and was quite glad of the excuse not to stop and say hello. . . .

“Itu meraka, Al,” kata Ginny tiba-tiba.

Empat orang tampak muncul dari kabut, berdiri berdampingan membawa muatan. Wajah mereka baru terlihat jelas ketika Harry, Ginny, Lily dan Albus berjalan didepan mereka.

“Hai,” kata Albus, dengan suara terdengar gugup.

Roses, yang sudah memakai jubah Hogawrtsnya, melihat ke arahnya.

“Bisa parkir, kan?” Ron bertanya ke Harry, “Aku bisa. Hermione tidak percaya aku akan bisa lulus ujian SIM Muggle, tahu tidak? Dia menyangka aku memantrai pengujinya.”

“Tidak,” kata Hermione, “Aku percaya penuh padamu.”

“Padahal, aku memang memantrai pengujinya,” Ron berbisik kepada Harry, bersama-sama mereka mengangkat tas dan burung hantu Albus ke dalam kereta, “Aku hanya lupa untuk melihat spion, padahal aku kan bisa memakai Mantra Supersensor ntuk itu.”

Kembali ke peron, mereka melihat Lily dan Hugo, adik lelaki Rose, berdiskusi entang asrama mana yang akan dipilihkan ntuk mereka ketika mereka ke Hogwarts.

“Kalau kau tidak di Gryffindor, kami idak akan mengakui kau sebagai anak,” kata Ron, “tapi tidak ada tekanan.”

“Ron!”

Lily dan Hugo tertawa, tapi Albus dan Rose tempak terdiam.

“Dia tidak sunguh-sungguh,” kata Hermione dan Ginny, tapi Ron tidak lagi
memperhatikan. Mengikuti pandangan Harry, dia melihat ke arah lain. Asap kereta tampak menipis untuk sesaat, dan tiga orang tampak berdiri di balik asap tersebut.

“Lihat siapa itu.”

Draco Malfoy berdiri disana bersama istri dan anaknya, memakai jubah gelap. Anak tersebut mirip sekali dengan Draco seperti Albus dan Harry. Draco menangkap pandangan Harry, Ron, Hermione dan Ginny, mengangguk perlahan dan berbalik.

“Jadi itu si kecil Scorpius,” kata Ron. “Pastikan kau mengalahkannya dalam
setiap ujian, Rosie. Syukurlah kau mewarisi otak ibumu.”

“Demi Tuhan, Ron!,” kata Hermione. “Jangan buat mereka bermusuhan bahkan sebelum mereka masuk sekolah.”

“Kau betul, maaf.” kata Ron, namun tak tahan untuk menambahkan, “ Jangan terlalu berteman dengannya juga, Rosie. Kakek Weasley tidak akan pernah memaafkanmu apabila kau menikah dengan darah murni.”

“Hey!”

James muncul kembali, dia telah menaruh tas, burung hantu dan trolinya dan langsung membawa berita.

“Teddy di belakang sana,” dia berkata, menunjuk ke arah belakang, “Baru lihat dia! dan tebak apa yang dilakukannya? mencium Victoire!”

Dia menunggu reaksi, dan tampak kecewa dengan hasilnya.

“Teddy kita! Teddy Lupin! mencium Victoire kita! Sepupu kita! dan aku
bertanya kepada Teddy apa yang dilakukannya —”

“Kau mengganggu mereka?” kata Ginny, “Kau seperti Ron saja –”

“==dan katanya dia akan datang untuk melihat Victoire! dan kemudian dia menyuruhku pergi. Dia menciumnya.” James menambahkan seakan takut penjelasannya belum terlalu jelas.

“Oh, akan menyenangkan apabila mereka menikah!” bisik Lily, “Teddy akan menjadi keluarga kita nantinya.”

“Dia sudah datang untuk makan malam sekitar empat kali seminggu,” kata Harry “Kenapa tidak kita undang saja dia untuk
tinggal bersama kita?”

“Yeah!” kata James antusias, “Aku tidak keberatan untuk berbagi kamar dengan Al—Teddy bisa memakai kamarku!”

“Tidak.” kata Harry pasti, “Kau dan Al hanya akan sekamar kecuali aku ingin rumah dihancurkan.”

Dia mengecek jam tangan tuanya.

“Sudah hampir jam Sebelas, sebaiknya kau pergi ke kereta,”

“Jangan lupa untuk menyampaikan salam kami untuk Neville!” Ginny berkatakepada James ketika memeluknya.

“Mum! Aku tidak bisa emmberikan salam kepada Profesor!”

“Tapi kau tahu Neville –”

James mengedipkan matanya.

“Di luar, yeah, tapi di dalam sekolah dia adalah Profesor Longbottom, kan? Aku tidak berjalan ke kelas Herbologi dan memberikan salam ….”

James Menggerutu atas kebodohan ibunya.

“Sampai ketemu, Al. Hati-hati dengan Thestral.” kata James kepada Albus

“Kukira mereka tidak akan kelihatan? katamu mereka tak terlihat!”

James hanya tertawa, membiarkan ibunyamenciumnya, memeluk ayahnya, kemudian meloncat ke kereta. Mereka melihatnyapergi ke koridor untuk mencari teman-temannya.

“Thestral tidak perlu dikhawatirkan.” Harry berkata kepada Albus, “Mereka mahluk yang gentle, tidak ada yang perlu ditakutkan. Ngomong-ngomong, kau tidak akan ke sekolah dengan kereta, kau akan menaiki perahu.”

Ginny mencium Albus.

“Sampai ketemu natal nanti.”

“Selamat Tinggal, Al,” kata Harry ketika memeluknya . “Jangan lupa Hagrid
mengundangmu untuk minum teh Jum’at nanti. Jangan cari urusan dengan Peeves, Jangan berduel dengan seseorang sampai kau tahu caranya. Dan jangan biarkan James mengerjaimu.”

“Bagaimana apabila aku ditempatkan di asrama Slytherin?” Bisiknya kepada Harry. Harry tahu, momen keberangkatan semakin menaikkan ketakutan Albus.

Harry membungkuk sehingga wajahnya berada tepat diatas wajah Albus. Di antara anak-anak Harry, Albus lah yang mewarisi mata Ibu Harry, Lily Potter.

“Albus Severus,” kata Harry pelan, sehingga tidak ada orang kecuali Ginny yang dapat mendengarnya, “ Kau dinamakan berdasarkan dua orang kepala sekolah Hogwarts. Satu diantara mereka ada di
Slytherin dan dia adalah orang paling pemberani yang pernah kukenal.”

“Tapi katakanlah –”

“–artinya Asrama Slytherin akan mendapatkan seorang siswa yang sangat bagus, kan? itu tidak menjadi persoalanbagi kami, Al. Tapi apabila terserah padamu, kau akan bisa untuk memilih Gryffindor daripada Slytherin. Topi seleksi akan mempertimbangkan pilihanmu”

“Betulkah?”

“Dahulu dia mempertimbangkan pilihanku,”kata Harry.

Dai tidak pernah mengatakan pada anak-anaknya sebelumnya, dan dia melihat kegembiraan di muka Albus ketika dia mengatakannya. Pintu kereta ungu tersebut mulai tertutup, Albus melompat menuju kereta dan Ginny menutup pintu dibelakangnya. Murid-murid bergantungan
dijendela terdekat mereka. Beberapa wajah, baik yang ada di kereta maupun yang ada di stasiun, memperhatikan Harry.

“Mengapa mereka melihat kita?” tanya Albus ketika dia dan Rose melihat murid yang lain.

“Jangan khawatir,” kata Ron, “Itu aku, aku sangat terkenal”

Albus, Rose, Hugo dan Lily tertawa. Kereta mulai bergerak dan Harry berjalan mengikuti disampingnya, menyaksikan wajah kurus anaknya, yang penuh rasa kegembiraan. Harry terus tersenyum dan
melambaikan tangan, menyaksikan anaknya pergi darinya …

Jejak terakhir dari asap kereta mulai ditelan udara. Kereta berputar, tangan Harry masih terangkat untuk melambai.

“Dia akan baik-baik saja.” gerutu Ginny,

Ketika Harry melihat Ginny, dia enurunkan tangannya dan menyentuh bekas luka di dahinya.

“Aku tahu dia akan baik-baik saja.”

Luka didahinya tidak sakit lagi selama 19 tahun ini. Semuanya baik-baik saja.



Fabio Grosso, Pahlawan Yang Terlupakan …
Juli 10, 2006, 10:53 am
Filed under: Entertainment

Fabio GrossoHabis Nonton final Piala Dunia 2006. Yup, seperti yang kalian tau, juaranya Italia. Saat membicaraan Italia, orang-orang nggak pernah lepas untuk terus membicarakan kepahlawanan nama-nama beken punggawa timnas Italiaseperti : Andrea Pirlo, Francesco Totti, Gigi Buffon, Del Piero dll. Tapi coba hitung, jarang banget yang pernah membicarakan attacking full back yang satu ini, Fabio Grosso.
Ini pemain merupakan favoritku sejak lama. pertama kenal melalui game Football Manager 2005. Berposisi sebagai Attacking Full Back dengan Corners 20, Crossing 20, Free Kick 18 dan penalty Kick 18 dan Acceleration dan pace yang cukup cepat, Grosso sudah menjadi pemain andalan gw sejak lama (rekornya pernah membuat 42 assist dalam semusim di game gw). Sudah lama gw ngeramal pemain ini akan menjadi salah satu legenda Italia.
Dan kehebatan pemain yang 5 musim lalu masih bermain di Chieti, klub Serie C1- setingkat Divisi IV, ini terbukti di PD 2006 kali ini. 3 kali dia menjadi penyelamat Italia, the right man on the right place. pertama, sewaktu melawan Aussie, Grosso-lah orang yang menyebabkan terjadinya pinalti di menit-menit terakhir yang mengirim Aussie pulang kampung. Kedua, seperti yang banyak orang tahu, golnya pada menit ke-118 menghancurkan Jerman. Dan yang terbaru, Sebagai penendang penalti kelima, Dia berhasil membawa Italia Juara Piala Dunia untuk ke-4 kalinya.
Sayangnya, sama seperti Luca Toni, Grosso tergolong pemain yang terlambat ngetop. Sosok pemain kelahiran 1977 ini baru bermain di Seri A dalam beberapa tahun ini. Pemain yang sudah dibeli Internazionale Milan untuk musim mendatang ini. So, nantikan kiprahnya musim depan bersama Inter Milan, Ciao…



Goodbye, Chris !
Mei 12, 2006, 11:07 am
Filed under: Entertainment

chrisdaughtry.jpgAkhirnya, perjuangan jagoan gw di AI5 berakhir juga. Beda dengan Cons tahun lalu, tahun ini gak ada yang bisa dijadiin kambing hitam atas kepergian Chris (tahun lalu kan ada Scott). So, semoga berhasil aja dech karir musiknya (mungkin bakalan balik ke grupnya, Absent Element, kali ya?)



Crime Scene Investigation
Mei 5, 2006, 8:44 am
Filed under: Entertainment

CSI MiamiLagi suka banget nonton CSI the Series, ceritanya keren, kita gak tau siapa pelakunya sebelum 15 menit terakhir serial ini, dan yang terpenting tidak ada suara “Jeng …Jeng …Jeng…” untuk mendramatisir suasana atau mata melotot ibu-ibu judes seperti sinetron Indonesia tercinta… So, which CSI I Like Most? untuk cerita, gw lebih suka CSI:NY, but untuk karakter-karakternya gw paling suka karakter di CSI Miami, Horacio Caine is so cool … dan Emily Procter-nya gw juga suka banget …
Kapan ya Sinetron Indonesia bisa memproduksi serial bermutu seperti ini? bukan serial sampah seperti yang sering berkeliaran di TV-TV belakangan ini. Yang bikin sedih, serial-serial bermutu seperti ini semakin lama malah semakin menghilang dari layar kaca. Terakhir, CSI diputar di Indosiar, katanya sich sekarang sudah nggak ada dan digantikan oleh serial-serial kebangaan Indosiar yang lain (CMIIW). Gak, bukannya gw gak nasionalis, tapi kalau produksi dalam negeri sucks sedangkan produksi luar negeri jauh lebih bagus, masa kita harus memaksakan diri untuk terus menonton produksi dalam negeri?



Jejak Langkah Para Jawara (Reality Show)
Januari 12, 2006, 12:23 pm
Filed under: Entertainment

Lagi nonton TV, pas iklan muncul promo Indonesian Idol 3, gak terasa Indonesian Idol udah masuk season 3, sedangkan American Idol 5 juga udah siap-siap mo mulai lagi (StarWorld, mulai tanggal 18 ini). Berkaca dari ini, gw jadi penasaran dengan nasib para jawara ajang reality show yang mulai nge-trend beberapa tahun ini.

Veri, juara Akademi Fantasi Indosiar I. hmmm, kemana ya ni orang? padahal dulu ngetop banget ni anak, harian Jawa Pos pernah memuat feature bersambung selama beberapa hari untuk profil juara AFI 1 dari Sumatera Utara ini. Terakhir, gw ngeliat Veri di acara ulang tahun Indosiar dengan rambut yang di bleach blonde, salah satu gaya rambut terburuk awal tahun ini menurut gw 😀
Tia, juara Akademi Fantasi Indosiar II. She’s one of the promising talent yang tersia-siakan oleh Indosiar. Sempat ingin ditarik Maia untuk menggantikan posisi Pinkan di Ratu, sayangnya terbentur oleh kontraknya di Indosiar yang sampe 3 taon. Terakhir ngelihat dia ngisi acara ulang tahun Indosiar juga, 1 Jam bersama Tia. Masih bagus seperti dulu, sayang … sayang …
Joy Tobing, juara Indonesian Idol 1. Kayaknya sekarang sich dia lagi mancing ikan di laut. nggak ding, katanya sich sekarang dia lagi rekaman di Singapura, gak ada kabar sampai sekarang …
Delon, runner up Indonesian Idol 1. Dia bukan jawara, tapi yang paling sukses dari seluruh jawara reality show yang ada. Meskipun suaranya standard, tapi dia punya karakter dan kharisma seorang bintang. Selain bernyanyi, dia juga sempat membintangi 1 judul film, Vina Bilang Cinta. Nasibnya memang paling bagus.
Sutha, juara Akademi Fantasi Indosiar III. Kasian, korban keserakahan Indosiar. Untuk AFI, gw bilang Indosiar terlalu kemaruk, baru saja AFI II sukses diadakan, langsung diadakan AFI III dalam jarak yang sangat berdekatan. Huh, sesuatu yang bagus pun kalau dijejali terlalu sering, orang bakalan eneg. Dari seluruh jawara reality show, Sutha adalah juara yang paling tidak ngetop. poor him. terakhir ngeliat Sutha (juga) di ajang Ultah Indosiar dengan rambutnya yang (OMG!) kribo.
Mike, juara indonesian Idol 2. Mike sebenarnya punya potensi yang cukup bagus. Sayangnya, orangnya terlalu kalem. Beda dengan Delon yang kontroversial. So, watch Out, Mike! Salah-salah elu dengan cepat bisa dilupain orang, seperti Ruben Stoddard (kemana ya ni orang?)
Ade Alfonso, juara AFI 2005. Sorry, de … gw gak yakin elo bakalan bisa nembus bilantika permusikan Indonesia. Suaranya memang bagus, sayangnya terlalu standard, gak ada karakter yang bisa di ingat oleh semua orang.
Kotak, juara Dream Band TV7. Kalau yang ini tergantung nasib aja kali ya. Jalannya udah bener, tergantung lagunya aja lagi. Kalau lagunya bagus, gw yakin bakalan sukses.

Conclusion : Secara Individu, para juara Indonesian Idol lebih berhasil dibandingkan dengan para juara AFI. Hal ini disebabkan oleh ketidakberanian manajemen Indosiar untuk mengeluarkan album solo bagi para juaranya, selalu album keroyokan. Padahal di AFI terdapat beberapa bakat yang kalau diasah bakalan bisa menjadi penyanyi sukses (ex. Micky, Tia dll). Sang jawaranya pun tidak mendapat perlakuan istimewa dari Indosiar, contohnya juara AFI 2005, Ade. Meskipun dia juaranya, single pertama yang dikeluarkan di album AFI 2005 malah single miliknya Bojes dan Tiwi. Untuk Indonesian Idol, mereka melakukan blunder besar di penyelenggaraannya yang kedua. Blunder apa? tidak adanya karakter yang menonjol dari para finalisnya. Gw sampe-sampe nggak bisa ngebedain kalau para finalis Indonesian Idol 2 lagi nyanyi (kecuali Mike, Judika dan Firman), suaranya sama semua. Tipe-tipe suara pemenang lomba nyanyi (u know what I mean). Sorry, guys … tanpa karakter, u are nothing. Suara-suara seperti Wisnu cs itu dengan cepat bisa dilupain dalam sekejap.
Untuk Indonesian Idol 3, mau sukses? carilah para finalis yang berkarakter, suara seperti vokalis Edane (meskipun nggak bagus) masih lebih ok daripada suara Harry di II2. Untuk Indosiar, tinggalkan budaya nyanyi keroyokan, itu kalau Indosiar masih ingin bertahan dengan AFI-nya.
Hey, bagaimana dengan jawara reality show yang lain? Penghuni Terakhir, misalnya? sorry guys, waktu gw gak cukup buat menontonnya …



Kampanye Dukung Vincent-Desta
September 15, 2005, 6:01 am
Filed under: Entertainment

Dukung Vincent-Desta. Buat yang punya web yang kepengen masang ni banner, silahkan save atau link aja ke gambar sebelah …

Info Banner : Enda nasution dan Dakota23
Berita Pemanggilan Vincent – Desta : Kafegaul dan GATRA